Latihan Soal TKA: Evaluasi dan Apresiasi

Menyimpulkan Respons Emosional Terhadap Unsur Teks Fiksi

Teks Bacaan

Gunakan cerita berikut untuk menjawab seluruh soal di bawah ini.

Dompet di Tepi Jalan

(1) Sore itu, awan kelabu menggantung rendah saat Ardi berjalan pulang. Pikirannya kalut. Ia baru saja dimarahi ibunya karena belum membayar iuran buku sekolah. Sambil menendang kerikil, matanya menangkap sesuatu yang tergeletak di dekat selokan: sebuah dompet kulit berwarna cokelat tua, tebal dan tampak berat. Jantungnya berdebar kencang.

(2) Dengan tangan gemetar, Ardi memungut dompet itu. Ia menengok ke kanan dan kiri, tak ada seorang pun. Di dalamnya, beberapa lembar uang ratusan ribu rupiah tersusun rapi. Cukup untuk membayar iuran buku, bahkan lebih. Sejenak, terbersit kegembiraan di benaknya. Ini adalah jalan keluar dari masalahnya! Namun, kegembiraan itu cepat sirna, digantikan oleh perasaan waswas dan bersalah yang menusuk. Ia teringat nasihat ayahnya, "Kejujuran adalah permata yang paling berharga, Nak."

(3) Di sisi lain dompet, ia menemukan sebuah kartu tanda pengenal dengan foto seorang bapak tua berwajah teduh. Di belakangnya tertera alamat yang tak jauh dari kampungnya. Pergulatan batin terjadi dalam diri Ardi. Satu sisi membisikkan solusi instan untuk masalahnya, sisi lain meneriakkan tentang kebenaran dan hak orang lain. Wajah kecewa ibunya dan wajah teduh bapak pemilik dompet itu seolah menari-nari di pelupukannya.

(4) Setelah menarik napas panjang, Ardi memantapkan hatinya. Ia berlari kecil menuju alamat yang tertera. Setibanya di sana, ia disambut oleh bapak tua yang tampak sangat cemas. Saat Ardi menyerahkan dompetnya, wajah cemas itu berubah menjadi haru dan lega. "Terima kasih, Nak. Uang ini untuk biaya pengobatan istri Bapak," ucapnya dengan suara bergetar. Hati Ardi terasa hangat dan lapang, perasaan yang jauh lebih berharga daripada uang yang ada di dalam dompet itu. Beban di dadanya seolah terangkat.